Jumat, 25 Mei 2012

MODEL MODEL PEMBELAJARAN INOVATIV


MODEL-MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF

Pilhlah salah satu model pembelajaran inovatif di bawah ini:
  1. Model Pencapaian Konsep
  2. Model Latihan Penelitian
  3. Model Sinektiks
  4. Model Pertemuan Kelas
  5. Model Investigasi Kelompok
  6. Model Penelitian Jurisprudensial
  7. Model Latihan Laboratoris
  8. Model Penelitian Sosial
  9. Model Control Diri
  10. Model Simulasi

Terapkan model tersebut dalam salah satu mata pelajaran atau mata diklat di SMK yang cocok dengan model yang dipilih.

Berikan komentar terhadap kelemahan dan keunggulan dari model yang diterapkan tersebut.

MODEL LATIHAN PENELITIAN

Dengan model ini suchman, memiliki perhatian besar untuk membantu para siswa untuk melakukan penelitian secara mandiri dengan cara yang berdisiplin.

Latihan penelitian dimulai dengan menyajikan sesuatu yang penuh pertanyaan. Dengan situasi yang penuh teka-teki itu. Dengan cara ini diyakini bahwa para mahasiswa dapat menjadi semakin sadar akan proses penelitian yang dilakukannya dan pada saat itu secara langsung dapat diajarkan cara melakukan prosedur penelitian yang bersifat ilmiah. Yang paling penting, demikian menurut  suchman sebagai pengembangan model ini, menyajikan kepada mahasiswa suatu sikap bahwa “ pengetahuan itu bersifat tentative” artinya selalu terbuka untuk dikaji secara terus menerus.

SURVEY DAN PEMETAAN

Pemilihan model latihan penelitian pada mata pelajaran “Survey dan Pemetaan” karena penerapan cocok dengan tahapan-tahapan yang dilakukan pada model latihan penelitian.

Tahap Pertama : Menghadapkan Masalah

  1. Menjelaskan prosedur penelitian
Dimana seorang pendidik menjelaskan kepada siswa apa saja prosedur-prosedur yang harus dilakukan dalam mengikuti mata pelajaran survey dan pemetaan.
Contoh : Pendidik menjelaskan prosedur penggunaan alat ukur dalam pengukuran luas sebidang tanah yakni menjelaskan bagian-bagian dari alat, langkah-langkah pengukuran, pengambilan data ukur dan juga pembagian kelompok untuk melaksanakan proses pengukuran.

  1. Menyajikan situasi yang saling bertentangan atau berbeda
Seorang pendidik menentukan suatu lokasi yang berbeda, yang akan menimbulkan situasi yang membuat siswa lebih kreatif lagi.
Contoh : Pendidik menentukan lokasi pengukuran di tanah datar dan pengukuran ditanah yang berbuki-bukit ataupun pengukuran di tanah gersang dan tanah yang dipenuhi pepohonan.
Masing-masing kelompok melakukan pengukuran dititik tersebut secara bergantian, sehingga kita akan mengetahui perbedaan hasil ataupun kesamaan hasil pengukuran dari masing-masing kelompok.

Tahap kedua : Mencari dan Mengkaji Data

  1. Memeriksa hakikat obyek dan kondisi yang dihadapi
Seorang pendidik memeriksa kegiatan yang dilakukan siswa. Apakah benar-benar telah melakukan pengukuran sesuai dengan prosedur yang benar. Dan juga meminta data hasil pengukuran.

  1. Memeriksa tampilnya masalah
Pendidik dan siswa mendiskusikan masalah apa saja yang dihadapi selama melakukan proses pengukuran, yakni menanyakan kesulitan ataupun kemudahan yang dihadapi antara proses pengukuran di titik yang satu dibandingkan pengukuran di titik yang lain.

Tahap Ketiga : Mengkaji Data dan Eksperimentasi

  1. Mengisolasi variable yang sesuai.
Pendidik melakukan koreksi hasil pengukuran, yakni mencari kesesuaian antara hasil pengukuran kelompok satu dengan kelompok yang lain. Dimana kelompok yang mendapatkan hasil pengukuran yang sama dengan kelompok yang lain dinyatakan berhasil melakukan pengukuran sesuai dengan prosedur pengukuran yang benar.

  1. Merumuskan hipotesis sebab akibat
Pendidik mencari penyebab pengukuran beberapa kelompok belum berhasil, membandingkan proses dan hasil pengukuran kelompok yang belum berhasil dengan kelompok yang telah berhasil.

Tahap Keempat : Mengorganisasikan, Merumuskan dan Menjelaskan

  1. Dilakukan dengan cara merumuskan cara-cara atau aturan untuk menjelaskan apa yang dilakukan sebelumnya
Pendidik merumuskan hasil pengukuran yang berhasil dan juga yang belum berhasil. Dan kembali menjelaskan prosedur pengukuran yang benar sehingga kesalahan-kesalahan pengukuran tidak terulang kembali.

Tahap kelima : Menganalisis Proses Penelitian

  1. Dilakukan dengan cara menganalisis strategi penelitian untuk mendapatkan prosedur yang lebih efektif.
Pendidik menyimpulkan kelemahan-kelemahan dari prosedur pengukuran yang dilakukan siswa dan mencari alternatif baru untuk proses pengukuran yang selanjutnya, yakni prosedur pengukuran yang lebih bisa dikuasai siswa sehingga pengukuran yang dilakukan selanjutnya dapat menghasilkan hasil lebih baik dari proses pengukuran sebelumnya.

Keunggulan dari penerapan model latihan penelitian

  1. Model ini dapat diorganisasikan secara lebih terstruktur, dimana pendidik mengendalikan keseluruhan proses interaksi dan menjelaskan prosedur penelitian yang ditempuh.
  2. Menerapkan prinsip kerjasama, kebebasan intelektual, dan kesamaan derajat.
  3. Teori-teori yang disampaikan bisa langsung diterapkan dilapangan.
  4. Sistem pembelajaran lebih kreatif dan mempunyai semangat belajar yang lebih tinggi dibandingkan model pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas.
  5. Pembelajaran ini membuat siswa lebih mandiri.
  6. Mempunyai toleransi terhadap ketidakpastian hasil.

Kekurangan dari penerapan model latihan penelitian

  1. Sulit untuk menkondisikan waktu pembelajaran, karena model ini bersifat penelitian.
  2. Tidak selalu sekolah-sekolah mempunyai peralatan lengkap untuk melakukan penelitian.
  3. Pendidik harus lebih bekerja keras untuk mendisiplinkan siswa, sehingga siswa tidak keluar dari prosedur kegiatan penelitian.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar