MENGUKUR
DAN MENERAPKAN BESARAN VEKTOR
Konsep Besaran Vektor
Besaran vektor adalah besaran yang
memiliki besar dan arah. Contohnya: kecepatan, percepatan, gravitasi, dan
gaya.
Vektor Suatu besaran yang memiliki magnitudo (besaran skalar) dan arah sekaligus.
Vektor Suatu besaran yang memiliki magnitudo (besaran skalar) dan arah sekaligus.
Contoh : Pesawat bergerak
dengan laju 700 km/jam dalam arah 10° ke tenggara
Besaran Vektor dapat digambarkan sebagai arah panah, Panjang anak panah menunjukkan besar vektor dan arah anak panah menunjukkan arah besaran vektor
Suatu vektor dapat dituliskan dalam 3 vektor satuan:
Besaran Vektor dapat digambarkan sebagai arah panah, Panjang anak panah menunjukkan besar vektor dan arah anak panah menunjukkan arah besaran vektor
Suatu vektor dapat dituliskan dalam 3 vektor satuan:
Besaran
Vektor dan Skalar
Besaran Vektor dan besaran
Skalar
Penulis : Yoskin Erlangga Anwarsyam
Dalam
pembahasan sebelumnya, mengenai Besaran dan Satuan, anda sudah mempelajari
besaran Fisika, seperti besaran pokok dan besaran turunan. Dalam bab
(halaman blog) ini, anda saya ajak untuk memahami kelompok besaran Fisika
lainnya, yaitu Besaran Vektor dan Besaran Skalar.
Besaran Skalar
Pada saat anda menghitung luas sebuah bidang bujur sangkar, maka anda hanya menyebut angka
(nilai) nya saja, misalkan 25 cm² Demikian pula, saat anda membeli dan
menimbang satu keranjang buah mangga, maka pada timbangan tertera angka yang
menunjukkan massa mangga tersebut,
misalkan 4 kg.
Pada contoh tersebut diatas, besaran Luas bujur sangkar dan Massa mangga merupakan besaran skalar, yaitu
besaran yang hanya memilik besar (nilai) saja dan tidak memiliki arah.
Contoh besaran Skalar yaitu, panjang, massa,
waktu, suhu, massa jenis, volume, enegi potensial, usaha, potensial
listrik, energi listrik dan lainsebagainya.
Besaran Vektor
Jika sebuah mangga yang anda beli tadi, berada dalam
genggaman tangan anda, yang semula diam, kemudian terjatuh. Apa yang anda
amati? Buah mangga tersebut jatuh kearah lantai, yang disebabkan oleh Gravitasi
Bumi (Gaya). Pada gerak mangga, dari keadaan diam bergerak dengan kecepatan
yang terus bertambah dengan arah kebawah hingga menyentuh lantai. Dari
kejadian tersebut, kita dapat menyebutkan bahwa, besaran Gaya dan besaran Kecepatan merupakan besaran Vektor, yaitu
besaran yang memilik nilai dan arah.
Vektor dapat dituliskan dalam huruf kecil dan besar, atau dengan
dua huruf seperti berikut :

Operasi Vektor :
Dalam penggunaan Vektor, dua buah vektor atau lebih dapat
dijumlah, dikurang, dikalikan atau dibagi. Kegiatan ini disebut Operasi
vektor.
Penjumlahan
dan pengurangan Vektor.
Menjumlahkan dan mengurangkan Vektor dapat ditempuh dengan cara (metode) Jajaran Genjang, Segitiga dan Segi banyak (Polygon)
Menjumlahkan dan mengurangkan Vektor dapat ditempuh dengan cara (metode) Jajaran Genjang, Segitiga dan Segi banyak (Polygon)
BESARAN
SKALAR DAN VEKTOR
By arch91
Besaran dibagi
dalam dua kategori, pertama, besaran skalar
yaitu besaran yang hanya mempunyai nilai/besar
saja. Kedua, adalah besaran vektor, yaitu
besaran Fisika yang selain memiliki nilai, juga
bergantung pada arah. Definisi vektor
seperti ini sudah kita kenal sejak SMU.
Definisi ini sebetulnya tidaklah cukup, karena arus listrik misalnya, memiliki
nilai dan juga arah, akan tetapi kuat-arus bukanlah
besaran vektor. Dengan demikian diperlukan
definisi yang lebih lengkap untuk vektor
sebagai berikut : “Besaran vektor adalah
besaran yang memiliki nilai dan arah
serta dapat memenuhi aturan-aturan operasi
matematika vektor”. Aturan-aturan operasi
Matematika untuk vektor akan dijelaskan dalam bagian
berikutnya.
Dalam kehidupan sehari-hari
volume air, massa benda, temperatur, jumlah mahasiswa, waktu, temperatur dll
merupakan contoh-contoh besaran skalar yang tidak bergantung arah dan hanya
memiliki nilai/besar
(magnitude), artinya dari arah manapun kita mengukurnya nilainya tetap sama, sedangkan hal-hal seperti
kecepatan aliran sungai, gaya gravitasi, medan listrik adalah beberapa besaran yang tidak hanya mempunyai nilai tapi juga bergantung arah, maksud dari bergantung pada arah adalah bahwa nilai dari besaran tadi dapat berubah pada arah yang berbeda. Arah, dalam operasi vektor didefinisikan lebih khusus adalah sudut yang dibentuk terhadap sumbu x positif atau arah timur dengan
arah putaran berlawanan jarum jam (Counter Clock Wise /CCW)
(magnitude), artinya dari arah manapun kita mengukurnya nilainya tetap sama, sedangkan hal-hal seperti
kecepatan aliran sungai, gaya gravitasi, medan listrik adalah beberapa besaran yang tidak hanya mempunyai nilai tapi juga bergantung arah, maksud dari bergantung pada arah adalah bahwa nilai dari besaran tadi dapat berubah pada arah yang berbeda. Arah, dalam operasi vektor didefinisikan lebih khusus adalah sudut yang dibentuk terhadap sumbu x positif atau arah timur dengan
arah putaran berlawanan jarum jam (Counter Clock Wise /CCW)
Pengategorian besaran
ke dalam dua jenis ini tidak
semata-mata untuk tujuan klasifikasi, akan tetapi
nantinya sangat berguna dalam perhitungan
dan operasi matematika, dan juga bermanfaat dalam menjelaskan sifat-sifat
sebuah besaran fisika. Dibandingkan dengan besaran
skalar, besaran vektor memiliki banyak keunikan
dan kompleksitas dalam sifatnya, sehingga
memerlukan pembahasan tersendiri yang (biasanya)
terangkum dalam suatu kajian ANALISIS
VEKTOR. Untuk tujuan itulah dalam awal kuliah Fisika Dasar,
akan diberikan pengantar singkat analisis vektor.
HUKUM NEWTON I
HUKUM
NEWTON I disebut juga hukum kelembaman (Inersia).
Sifat lembam benda adalah sifat mempertahankan keadaannya, yaitu keadaan tetap diam atau keaduan tetap bergerak beraturan.
Sifat lembam benda adalah sifat mempertahankan keadaannya, yaitu keadaan tetap diam atau keaduan tetap bergerak beraturan.
DEFINISI
HUKUM NEWTON I :
Setiap benda akan tetap bergerak lurus beraturan atau tetap dalam keadaan diam jika tidak ada resultan
gaya (F) yang bekerja pada benda itu, jadi:
Setiap benda akan tetap bergerak lurus beraturan atau tetap dalam keadaan diam jika tidak ada resultan
gaya (F) yang bekerja pada benda itu, jadi:
S
F = 0 a = 0 karena v=0 (diam), atau v= konstan (GLB)
HUKUM NEWTON II
a = F/m
S
F = m a
S
F = jumlah gaya-gaya pada benda
m = massa benda
a = percepatan benda
m = massa benda
a = percepatan benda
Rumus
ini sangat penting karena pada hampir semna persoalan gerak {mendatar/translasi
(GLBB) dan melingkar (GMB/GMBB)} yang berhubungan dengan percepatan den
massa benda dapat diselesaikan dengan rumus tersebut.
HUKUM NEWTON III
DEFINISI HUKUM NEWTON III:
DEFINISI HUKUM NEWTON III:
Jika
suatu benda mengerjakan gaya pada benda kedua maka benda kedua tersebut
mengerjakan juga gaya pada benda pertama, yang besar gayanya = gaya yang
diterima tetapi berlawanan arah. Perlu diperhatikan bahwa kedua gaya
tersebut harus bekerja pada dua benda yang berlainan.
|
F
aksi = - F reaksi
|
![]() |
N dan T1 = aksi reaksi (bekerja pada
dua benda)
T2 dan W = bukan aksi reaksi (bekerja pada tiga
benda)
|
Bayangkan
jika suatu lemari didorong oleh kamu dibandingkan dengan didorong dibantu oleh
temanmu, maka lemari akan lebih sulit digeser. Dengan demikian, semakin besar
gaya yang bekerja pada benda, benda akan bergerak semakin cepat. Sekarang
bayangkan pula, jika kamu mendorong sebuah meja dengan gaya yang besarnya sama
dengan besar gaya yang digunakan untuk menggeser lemari maka meja tersebut akan
bergeser lebih cepat. Jadi, dapat kita simpulkan bahwa semakin kecil massa
suatu benda, benda akan lebih cepat bergerak. Peristiwa-peristiwa di atas
sesuai dengan hukum II Newton yang berbunyi: Percepatan yang ditimbulkan oleh
gaya yang bekerja pada benda berbanding lurus dengan besar gayanya dan
berbanding terbalik dengan massa benda.
Secara
matematis, hukum II Newton dapat dirumuskan sebagai berikut.Keterangan:
a
: percepatan benda (m/s^2)
m
: massa benda (kg)
Contoh
penerapan hukum II Newton adalah pada gerakan di dalam lift. Ketika kita berada
di dalam lift yang sedang bergerak, gaya berat kita akan berubah sesuai
pergerakan lift. Saat lift bergerak ke atas, kita akan merasakan gaya berat
yang lebih besar dibandingkan saat lift dalam keadaan diam. Hal yang sebaliknya
terjadi ketika lift yang kita tumpangi bergerak ke bawah. Saat lift bergerak ke
bawah, kita akan merasakan gaya berat yang lebih kecil daripada saat lift dalam
keadaan diam.
Mengapa
ketika jari tangan kita menekan meja semakin kuat akan terasa sakit? Sebenarnya
ketika kita menekan meja berarti kita memberikan gaya pada meja. Tangan kita
akan merasa sakit sebab meja akan memberikan gaya yang besarnya sama dengan
gaya tekan tangan kita, tetapi arahnya berlawanan. Jadi, jika kita perhatikan,
gaya bukanlah sesuatu dalam benda tersebut tetapi merupakan interaksi antara
dua benda. Peristiwa di atas merupakan contoh dari hukum III Newton, yang
dikenal sebagai hukum aksi-reaksi, yang bunyinya: Jika benda pertama memberikan
gaya pada benda kedua maka benda kedua akan memberikan gaya yang besarnya sama
tetapi arahnya berlawanan.
Secara
matematis, hukum III Newton dapat dinyatakan dengan rumus berikut.
Hukum
III Newton berlaku pada dua gaya yang merupakan pasangan aksi-reaksi. Dua gaya
dikatakan pasangan aksi-reaksi jika:
- bekerja pada dua benda yang berbeda,
- saling berinteraksi,
- besarnya sama dan berlawanan arah.
Contoh
penerapan hukum III Newton dapat kita jumpai pada peristiwa merapatnya perahu
ke dermaga. Ketika tali perahu telah terikat ke dermaga namun perahu belum
merapat ke dermaga maka nelayan akan menarik tali perahu. Nelayan tersebut
memberikan gaya tarik yang arahnya menjauhi dermaga, hal ini menyebabkan perahu
mendekat ke dermaga. Perahu dapat mendekat ke dermaga karena adanya gaya reaksi
yang arahnya berlawanan dengan gaya tarik yang diberikan oleh nelayan.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar